Bermalam di Borobudur

IMG_1478
Akomodasi rumah trasional Jawa

“Bagaimana kalau kita menginap di hotel yang nggak ada TV-nya lagi?” Tanya saya pada Bindi saat akan memesan akomodasi di kawasan Borobudur. Saya masih ingat bagaimana dia dulu kesepian saat malam datang dan bungalow yang kami sewa di Nusa Lembongan tidak dilengkapi televisi. “Tapi ada kolam renangnya nggak?” Bindi balik bertanya, sepertinya dia bernegosiasi dengan pilihan emaknya. “Nggak ada juga, lagian kita kan akan berenang di sungai,” jawab saya sambil mengingatkan agenda rafting yang akan kami lakukan keesokan harinya.

Lalu saya mengajaknya melihat foto-foto hotel yang akan saya pesan di internet. “Lihat nih, kasurnya digelar di lantai. Jadi kita bobok di bawah…” kata saya sambil memperlihatkan gambar tempat tidur hotel tersebut. “Wow, jadi aku bisa guling-guling ke lantai dong,” Bindi tampak bungah membayangkan bakal melakukan aktivitas seru.

Continue reading “Bermalam di Borobudur”

Advertisements

Piknik ke Hotel

lorin solo5
Kolam renang  Hotel Lor-In Solo

Sekali waktu, boleh dong, menginap di hotel bukan karena sedang berwisata ke kotanya. Tapi semata-mata karena pengin berekreasi ke hotel tersebut. Sekedar leyeh-leyeh dan menemani anak wedok berenang.

Inspirasi piknik ke hotel ini datang dari Bindi. Ia mulai bisa mengapresiasi bahwa menginap di hotel itu menyenangkan setelah usianya menginjak 4 tahun. Saat itu kami sedang berlibur ke Kuala Lumpur dan menginap di Ancasa Hotel & Spa Kuala Lumpur. Begitu memasuki kamar, Bindi langsung kegirangan melompat-lompat di atas kasur. “Buk, kenapa Eyang Kakung nggak diajak ke hotel? Kan di hotel enak…,” katanya membuat saya trenyuh. Bocah ini langsung ingat Eyangnya yang ditinggal sendirian di rumah.

Continue reading “Piknik ke Hotel”