Visa Jepang, Visa Pertama Bindi

Bersoraklah para pemegang e-paspor karena pengurusan visa Jepang menjadi sangat mudah, nggak pake ribet. Sejak 1 Desember 2014 pemegang e-paspor Indonesia dapat mengajukan Registrasi Bebas Visa atau Visa Waiver. Syaratnya hanya dengan mengisi selembar formulir yang bisa diunduh dari website kedutaan atau di loket Japan Visa Application Centre (JVAC). Prosesnya juga singkat, dalam waktu 2 hari kerja pemohon sudah mendapat stiker Visa Waiver di e-paspornya. Asyiknya lagi, pemegang Visa Waiver ini bisa bolak-balik ke Jepang selama 3 tahun sejak tanggal stempel registrasi visa diberikan.

Sementara, pemegang paspor reguler, harus menyiapkan setumpuk dokumen untuk mendapatkan Visa Jepang yang hanya berlaku selama 3 bulan! Du, du, duu…Itupun single entry. Artinya, hanya boleh digunakan sekali untuk masuk ke Jepang. Setelah kembali dan ingin balik lagi harus melewati proses awal pengurusan visa dengan dokumen baru. Jika ingin mendapatkan visa yang multiple entry, bisa buat bolak-balik, ada persyaratan tambahan, antara lain pemohon sudah pernah mendapatkan visa dalam kurun tiga tahun terakhir. Banyak syarat, banyak dokumen, dan sudah pasti banyak makan waktu memprosesnya. Continue reading “Visa Jepang, Visa Pertama Bindi”

Advertisements

Bermalam di Borobudur

IMG_1478
Akomodasi rumah trasional Jawa

“Bagaimana kalau kita menginap di hotel yang nggak ada TV-nya lagi?” Tanya saya pada Bindi saat akan memesan akomodasi di kawasan Borobudur. Saya masih ingat bagaimana dia dulu kesepian saat malam datang dan bungalow yang kami sewa di Nusa Lembongan tidak dilengkapi televisi. “Tapi ada kolam renangnya nggak?” Bindi balik bertanya, sepertinya dia bernegosiasi dengan pilihan emaknya. “Nggak ada juga, lagian kita kan akan berenang di sungai,” jawab saya sambil mengingatkan agenda rafting yang akan kami lakukan keesokan harinya.

Lalu saya mengajaknya melihat foto-foto hotel yang akan saya pesan di internet. “Lihat nih, kasurnya digelar di lantai. Jadi kita bobok di bawah…” kata saya sambil memperlihatkan gambar tempat tidur hotel tersebut. “Wow, jadi aku bisa guling-guling ke lantai dong,” Bindi tampak bungah membayangkan bakal melakukan aktivitas seru.

Continue reading “Bermalam di Borobudur”