Visa Jepang, Visa Pertama Bindi

Bersoraklah para pemegang e-paspor karena pengurusan visa Jepang menjadi sangat mudah, nggak pake ribet. Sejak 1 Desember 2014 pemegang e-paspor Indonesia dapat mengajukan Registrasi Bebas Visa atau Visa Waiver. Syaratnya hanya dengan mengisi selembar formulir yang bisa diunduh dari website kedutaan atau di loket Japan Visa Application Centre (JVAC). Prosesnya juga singkat, dalam waktu 2 hari kerja pemohon sudah mendapat stiker Visa Waiver di e-paspornya. Asyiknya lagi, pemegang Visa Waiver ini bisa bolak-balik ke Jepang selama 3 tahun sejak tanggal stempel registrasi visa diberikan.

Sementara, pemegang paspor reguler, harus menyiapkan setumpuk dokumen untuk mendapatkan Visa Jepang yang hanya berlaku selama 3 bulan! Du, du, duu…Itupun single entry. Artinya, hanya boleh digunakan sekali untuk masuk ke Jepang. Setelah kembali dan ingin balik lagi harus melewati proses awal pengurusan visa dengan dokumen baru. Jika ingin mendapatkan visa yang multiple entry, bisa buat bolak-balik, ada persyaratan tambahan, antara lain pemohon sudah pernah mendapatkan visa dalam kurun tiga tahun terakhir. Banyak syarat, banyak dokumen, dan sudah pasti banyak makan waktu memprosesnya.

Bagaimana dengan visa kami? Sebagai pemegang paspor reguler, kami melewati proses visa secara “tradisional”. Sebenarnya tidak masalah menyiapkan setumpuk dokumen untuk kami bertiga. Selain sebelumnya sudah pernah mengajukan Visa Jepang, saya juga sudah biasa menyiapkan dokumen visa Schengen Eropa dan Visa Inggris yang lebih ribet aplikasinya. Hanya saja, saat mengajukan visa Jepang kali ini, jadwal terbang paspor saya pas lagi banyak-banyaknya.

Saat itu paspor saya hanya memiliki waktu satu setengah bulan nganggur di Indonesia. Dalam kurun waktu itu, ia harus keluar masuk tiga kedutaan untuk mengurus visa Inggris, Rusia, dan Jepang. OMG, bagaimana mungkin mengurus 3 visa dalam waktu satu setengah bulan? Proses visa Inggris biasanya 2-3 minggu, proses visa Rusia juga sama, 14-20 hari kerja, dan proses visa Jepang sekitar 4 – 7 hari. Itu pun kalau lancar jaya. Bagaimana jika ada salah satu yang macet di jalan? Kepala saya mendadak cenut-cenut.

Satu-satunya cara untuk mempersingkat proses visa adalah dengan mengambil jalur layanan prioritas. Tentu saja ada biaya tambahan. Layanan prioritas ini memperpendek proses visa, jadi ekspres. Yang biasanya 2-3 minggu menjadi 5 hari kerja. Just info, tidak semua kedutaan memberikan layanan ini. Kebetulan kedutaan Inggris dan Rusia menyediakan jalur ekspres ini. Berapa biayanya? Maak, meroket hampir dua kali lipat dari ongkos visa reguler!

Pada saat mengeluarkan dana tambahan itulah, mendadak saya iri dengan pemegang e-paspor. Andai saja paspor saya sudah menggunakan chip elektronik, biaya tambahan ini bisa saya gunakan untuk membeli tiket promo ke Jepang lagi. “Kenapa nggak ngurus e-paspor saja? Kan sering bepergian?” Saya juga ditanya seperti itu. Dan jawaban saya begitu memelas, “karena saat ini layanan e-paspor belum bisa dilakukan di kantor imigrasi Yogyakarta.” Apaboleh buat.

Tapi saya mencoba tetap happy. Setidaknya karena ini adalah visa pertama yang nempel di paspor Bindi. Stiker visa yang full page itu terlihat lebih keren kan? Ada foto imutnya. Bisa buat kenang-kenangan kelak jika dia dewasa. Dan bandingkan dengan stiker Visa Waiver yang cuma secuil itu. Haha…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s