Pengalaman pertama Arung Jeram

20160507_citraelo_DSC_6041_DxO
Sungai Elo aman untuk keluarga dan pemula

Melakukan kegiatan yang seru merupakan salah satu prioritas utama dalam setiap pilihan wisata kami. Anak seumuran Bindi, hampir 7 tahun, akan lebih menikmati wisata yang berkegiatan daripada sightseeing. Berenang, sepedaan, lari-lari di tanah lapang yang luas, menangkap kupu-kupu, mencari kerang atau bermain pasir di pantai adalah sebagian dari kegiatan rekreasi yang dinikmatinya. Segala kegiatan yang melatih gerak motoriknya, akan membuatnya girang luar biasa. Sebaliknya, Bindi bakalan cepet boring jika hanya diajak jalan-jalan muter kota, sekalipun kotanya ada di luar negeri.

Karena itu setiap kali menyusun agenda liburan bareng Bindi pertanyaan pertama yang kami prioritaskan adalah: “kita mau ngapain” bukan “kita mau ke mana”. Setelah “ngapainnya” ketemu, barulah mencari destinasinya.

20160507_citraelo_DSC_0966_DxO

Liburan kali ini kami mengajak Bindi mencoba arung jeram (rafting). Anak seumuran Bindi sudah bisa diajak rafting, karena sudah bisa berenang dan terbiasa bermain air. Tentu saja kami memilih rafting yang arus sungainya aman buat keluarga dan pemula. Nggak jauh-jauh dari Jogja, di Borobudur banyak terdapat operator rafting menyusur Sungai Elo di Kecamatan Mungkid, Magelang. Arus sungai Elo cukup aman untuk anak-anak, termasuk buat yang tidak bisa berenang.

Seminggu sebelum liburan tiba, saya sudah rajin mengajak ngobrol Bindi tentang  rencana rafting. Cara paling mudah memperkenalkan kegiatan rafting adalah lewat YouTube. Saya mencari tayangan YouTube dengan kata kunci “rafting for children” dan keluarlah sederet video anak-anak yang sedang rafting bersama keluarga. Kami menonton bersama beberapa video rafting yang fun dan memperlihatkan aktivitas anak-anak di sungai.

Bindi tampak terpesona melihat tontonan video tersebut. “Sungainya banyak batu-batunya ya, Buk..kayak di film The Lion Guard…” Komentarnya membuat saya tersenyum, Ealah bocah, dasar generasi Disney. Belakangan ia memang sering nonton serial The Lion Guard dan melihat si Kion (Kayan), anak singa yang pernah jatuh dan terhanyut di sungai. “Bindi mau nggak kayak Kayan, bisa berenang di sungai loh…,” saya segera memanfaatkan peluang ini untuk merayunya. Dan bocah Disney ini pun mau diajak rafting.

Pengalaman pertama rafting pun siap dimulai, saat libur long weekend 5-7 Mei 2016 lalu. Meski Borobudur bisa ditempuh secara daytrip dari Jogja, tapi kami sengaja menginap di sana. Supaya lebih nyantai, nggak terlalu capek, dan bisa melakukan kegiatan lain yaitu jelajah desa-desa di sekitar Borobudur.

Oiya, kami memilih operator rafting Citra Elo. operator rafting terbesar dan lengkap fasilitasnya yang sudah beroperasi sejak 1995. Di base camp Citra Elo, nggak cuma menyediakan paket rafting, ada juga paket outbond training, flying fox, paint ball, dan camping. Kebetulan pula saya sudah beberapa kali rafting dan mengadakan outbond training di Citra Elo. Jadi sudah cukup familiar dengan layanannya. Memilih operator rafting yang terpercaya itu penting, mengingat kegiatan ini cukup beresiko, apalagi mengajak bocah yang belum genap 7 tahun.

Kegiatan rafting dimulai dengan registrasi di base camp Citra Elo. Dari base camp kami mengendarai colt khusus yang mengangkut boat menuju titik start point yang berjarak sekitar 10km dari base camp. Di start point ini kami mendapat arahan dari pemandu cara memegang dayung yang benar, instruksi-instruksi yang harus diperhatikan selama di sungai, dan lain sebagainya.

Rafting sungai Elo menempuh jarak 12km dari titik start di dusun Pare Blondho dan finish di base camp Citra Elo dekat Candi Mendut. Waktu yang ditempuh sekitar 2.5 – 3 jam termasuk istirahat setelah menempuh setengah perjalanan. Saat istirahat ini kami mendapat snack dan minuman tradisional, berupa jajan pasar dan kelapa muda. Segaaarrr..! Sebutir kelapa muda utuh langsung ludes deh. Edo bahkan nambah sebutir lagi.

IMG_1565
Camilan tradisional dan kelapa muda yang segar

Kami memang mendapat jatah satu paket snack dan minuman untuk 6 orang, walaupun kami hanya ber-3. Karena harga satu paket boat untuk rafting sebesar 750rb untuk maksimal 6 orang. Jadi meskipun kami hanya ber-3, tapi jatah konsumsinya juga disediakan untuk 6 orang. Termasuk jatah makan siang selepas rafting. Mantab, bisa makan sepuasnya ya. Kebayang, kalo habis rafting itu memang super laper.

Selama lebih dari dua jam menyusur sungai Elo, Bindi sempat merasa jenuh. “kok nggak sampe-sampe sih, Bu..?” Apalagi saat air tenang, matahari mulai terik, dan nggak banyak pemandangan menarik di tepi sungai. Tapi begitu ketemu jeram, meski masih agak takut-takut, tapi ia girang. Jeram membuat perahu boat kami menabrak bebatuan dan terombang-ambing seru.

Hiburan lain sepanjang perjalanan adalah main siram-siraman air dengan penumpang boat lain. Kebetulan saat long weekend tempo hari, sungai Elo dipadati peserta rafting yang datang dari berbagai kota. Kebanyakan yang saya dengar sih yang berlogat Jakarta, elu gue.

20160507_citraelo_DSCN1558
Sungai Elo dipadati para rafter

Menurut info pemandu kami, saat liburan seperti ini Citra Elo bisa memberangkatkan sekitar 50 boat sehari yang terbagi dalam dua kali trip, yaitu trip pagi dan siang. Sementara itu di Borobudur sendiri terdapat sekitar 12 operator rafting. Bisa dibayangkan betapa padatnya kan? Meski begitu ada untungnya juga buat kami yang hanya bertiga ini. Bisa seru-seruan bareng peserta rafting lainnya.

Sesekali pemandu kami juga ngerjain penumpang boat lain, dijatuhin ke sungai. Ia menggunakan tongkat dayung untung menarik baju pelampungnya dari belakang. Penumpang boat yang nggak sigap langsung terjerembab ke sungai. Byuurr…! “Bu, ibu jangan sampe jatuh ya. Ibu kan badannya gendut, ntar Bapak nggak kuat ngangkat ke boat,” kata Bindi penuh ejekan kepada emaknya.

Pemandu rafting kadang-kadang juga membuat permainan yang lebih gila, seperti dengan sengaja membalikkan boat sehingga semua penumpang jatuh ke sungai. Seperti dulu yang pernah saya alami saat bersama teman-teman sekantor rafting di Elo. Bahkan saat itu saya terkungkung di balik boat yang terbalik di sungai. Seruuu…!

Tapi kali ini saya sudah wanti-wanti pada pemandu untuk tidak bikin permainan macem-macem selama kami rafting. Maklum, kali ini bawa bocah kecil yang baru diajak berkenalan dengan kegiatan arung jeram. Saya kawatir jika permainan yang terlalu berlebihan justru membuat Bindi trauma dan nggak mau diajak rafting lagi. Jadi kami pilih perjalanan susur sungai yang lebih fun dan nyantai, supaya Bindi bisa lebih enjoy. Setidaknya nggak pakai ngambeg selama setengah hari diajak menyusur sungai.

IMG_1568
Suguhan makan siang yang langsung ludes disantap bertiga

Boat kami merapat di titik finish saat matahari persis di atas kepala, sekitar pukul 12 siang. Pas perut kami juga mulai lapar. Setelah berbilas dengan air bersih (shower), kami pun melahap hidangan makan siang yang disajikan. Sayur lodeh, oseng tempe, ayam goreng bacem, kerupuk, dan seporsi buah segar. Masakan tradisional ini bikin makan jadi makin nyampleng, lahap menyantapnya.

Tips arung jeram bersama si kecil

  • Sebelum mencobanya, ajaklah anak-anak lebih sering bermain air, di kolam renang maupun di pantai untuk membiasakan diri.
  • Pilihlah operator yang berpengalaman, dengan perlengkapan rafting yang memenuhi standar keselamatan internasional. Pastikan juga operator tersebut memberikan asuransi jiwa bagi tiap peserta.
  • Kenakan perlengkapan rafting dengan tepat, baik jaket pelampung maupun helm terkancing dengan baik.
  • Kenakan pakaian watersport yang nyaman. Bindi mengenakan kaos UV water t-shirt yang sejuk dikenanan dalam terik matahari dan bahannya juga mudah kering jika basah kena air. Celana pendek surfing juga terbuat dari bahan yang mudah kering. Begitu pula dengan water shoes yang didesain khusus kegiatan bermain air.
  • Jangan lupa oleskan sunblock sebelum memulai rafting ya.

20160507_citraelo_DSC_0117_DxO

Advertisements

3 thoughts on “Pengalaman pertama Arung Jeram

  1. Aku belum pernah Mba, ajakin kedua Kiddos rafting. Terakhir pengen nyoba di pas camping di Tanakita, tapi belum boleh usianya Kiddos. Wah beruntungnya Bindi udah nyobain:)

    Like

  2. Hai mba, salam kenal. Asyiknyaaa rafting. Kalau sudah nyoba sekali, pasti ketagihan. Coba nanti kapan2 kalau traveling ke Bali ikutan rafting juga di Ubud, sungai nya lebih menantang, tapi tetap aman buat anak-anak. Aku baru coba liburan kemarin. Seru bangeeeet. Ada ceritanya di blog ku 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s