Ketika Bermalam di Lembongan

Jpeg
Alam Nusa Bungalow, Lembongan

“Kenapa di hotel ini nggak ada TV, Bu?” Tanya Bindi saat kami menjemput malam sambil berbaring di tempat tidur. Baru pukul delapan malam, tapi suasana sudah terasa sunyi. Tak ada kegiatan yang bisa kami lakukan selain berbaring di kasur dengan cahaya lampu yang kurang sehat untuk membaca buku.

“Maklumlah, dek, hotelnya kan di desa. Jadi nggak ada TV,” jawab saya sekenanya. “Mbok Nem juga tinggal di desa tapi kok punya TV…” Seketika saya terbahak mendengar jawabannya yang cerdas, membandingkan antara kampung halaman Mbok Nem di Pajangan, Bantul, dengan hotel yang kami inapi di Nusa Lembongan, Bali.

Nusa Lembongan adalah pulau kecil di antara Bali dan Lombok. Pulau yang panjangnya nggak sampai lima kilometer ini menawarkan wisata bahari seperti surfing, snorkling, dan diving yang mampu menyedot jutaan turis mancanegara. Belakangan, turis domestik juga mulai menyerbu. Pada liburan bulan Desember 2015, kami mengajak Bindi snorkeling di Lembongan

Jpeg

Jpeg
Angkutan umum di Lembongan

Selain kegiatan bahari, di pulau ini belum terdapat atraksi wisata lain. Jalanan juga masih sunyi, belum ada transportasi umum yang wira-wiri. Jika tak menyewa sepeda motor, hanya ada angkutan dari desa ke pelabuhan harus kita pesan dulu. Sepanjang jalan utama yang membelah pulau, naik turun dan meliku, hanya pepohonan yang kami temui. Rumah penduduk belum terlalu rapat. Oiya, pulau ini terdiri dari dua desa saja, yaitu Desa Lembongan dan Desa Jungubatu.

Satu-satunya hiburan selepas wisata bahari adalah kuliner. Makan masakan khas Bali di warung tradisional atau menikmati suasana di cafe dan resto yang menghadap ke laut. Itulah kegiatan yang kami lakukan petang hari, setelah sesiangan bermain di laut. Habis mandi bilasan, kami memesan minuman hangat dan snack di resto tempat kami menginap. Begitu senja tiba, kami pindah kulineran ke resto lain di tepi laut, menikmati matahari tenggelam. Setelah langit mulai gelap dan perut kenyang, barulah kembali ke bungalow untuk mengaso, tidur.

Jpeg
Resto tepi laut

Bungalow yang kami inapi sangat cantik, bergaya etnik rumah tradisional Lombok. Saat menemukan Alam Nusa Bungalow dari situs reservasi Booking.Com, saya langsung jatuh cinta dan memesannya. Makin mantap memesan setelah membaca sejumlah review dari para tamu yang mayoritas puas. Bungalow cantik ini mendapat rating Fabulous 8.6. Keren! Sudah begitu, harganya pun sangat hemat. Pas dengan anggaran akomodasi yang kami rencanakan. Semalam 4750rb sudah termasuk breakfast. Saya langsung memesan untuk dua malam yaitu 950rb.

Lokasi Alam Nusa Bungalow juga sangat strategis, dekat dengan Mushroom Bay, kawasan paling ramai di Lembongan. Pemilihan kawasan yang ramai ini penting, karena mengajak si kecil agar jika sewaktu-waktu butuh sesuatu gampang nyarinya.

Jpeg
Tempat tidur yang romantis
Jpeg
Halaman yang asri buat lari-lari

Tapi rupanya, serame-ramenya kawasan Mushroom Bay, ternyata masih terasa sunyi buat bocah berusia 6 tahun. Kalo buat couple traveler atau yang lagi honeymoon sih, asyik banget ya. Maka, setelah melewati malam pertama yang dikomplain Bindi karena ia merasa sepi dan tak ada TV di kamar, saya pun mengusulkan pada Edo untuk menginap di Sanur atau Legian pada hari berikutnya. Lumayan panjang kami mendiskusikannya. Edo juga sempat mengusulkan akan menyewa motor keliling pulau untuk mengisi waktu sore. Tapi itupun dengan catatan jika enggak terlalu capek karena pagi sampai siang kami punya agenda snorkeling. Hari kedua di Lembongan masih ada agenda wisata bahari yang kami ikuti. Kami menyewa boat untuk snorkeling ke beberapa spot sejak pagi hingga siang hari.

Akhirnya, kami memilih merelakan ongkos bungalow malam kedua yang sudah kami bayarkan. Toh kami masih bisa late check out, jadi nggak rugi-rugi amat lah. Kebetulan pula kami masih bisa reschedule tiket speed boat dari Lembongan – Sanur, jadi tiket yang sudah kami beli nggak hangus.

Apa boleh buat. Namanya juga traveling bareng bocah ya, belum bisa kelamaan di tempat yang sunyi dan romantis. Hehe…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s