Liburan Gratis hasil jualan Poin CC

Jpeg
Yeaayy…liburan…!

“Mbak, poin kartu kreditmu boleh kubeli nggak?” pesan singkat yang dikirim seorang kawan membuat saya terbelalak. Baru kali ini ketemu orang yang berniat membeli poin. Biasanya kan kebalikannya, minta ditraktir pake poin. “Aku jamin penawaranku lebih tinggi daripada kalo ditukar ke merchant lain…” Belum selesai rasa heran saya, eh dia membuat saya makin keheranan dengan mengiming-imingi nilai tukar yang lebih tinggi. Ia pun lantas mengirimkan perhitungan poin dan nilai rupiah yang ditawarkannya.

Saya tak segera mengiyakan tawarannya. “Tabungan poin ini biasanya aku tuker ke Garuda Miles,” jawab saya kemudian. Memang demikianlah adanya. Saya lebih suka menukarkan poin kartu kredit yang sudah terkumpul dengan Garuda Miles supaya bisa jalan-jalan gratis bersama keluarga. Minimal ada salah satu tiket yang nggak perlu bayar karena bisa ditukar dengan miles.

Tapi tawarannya untuk mengganti poin dengan harga yang lebih tinggi, membuat saya penasaran. Maka saya pun melakukan cek dan ricek ke bagian penukaran poin reward dari bank yang mengeluarkan kartu kredit saya. Jika saya menukarkan 250.000 poin yang saya miliki, saya bisa mendapatkan voucher belanja senilai 2,5jt atau sekitar 17.500 Garuda Miles. Sementara jika saya menerima tawarannya, maka saya akan mendapatkan uang cash sebesar 3.5jt. Wow…lumayan juga selisihnya.

Padahal saya memiliki poin sekitar 500rb. Jika saya transfer semuanya, berarti bisa mengantongi uang 7jt dalam sekejab. Hasil jualan poin bisa dibelikan tiket buat liburan bareng anak wedok dan bapaknya. Ujung-ujungnya terbang gratis juga kan?

“Ok, tapi sebagian aja ya. Sisanya buat tabungan poinku,” akhirnya saya mengiyakan tawarannya. Nggak ada salahnya mengiyakan tawaran yang simbiosa mutualisma seperti ini. Saya untung, dia pun juga untung. Namun saya juga masih ingin menyisakan sebagaian untuk tabungan atau kalau sewaktu-waktu tergoda ingin belanja sesuatu di mall. Dan dalam hitungan menit, ia sudah mentransfer uang 3.6jt ke rekening saya. “Yang seratus ribu buat tambahan buat ganti ongkos pulsa,” katanya bermurah hati.

Hasil jualan poin itu segera saya belikan tiket pesawat buat liburan akhir tahun ke Bali. Total belanja Jogja – Denpasar PP untuk kami bertiga habis sekitar 3,1jt. Wah, ternyata masih untung 500rb! Coba kalau saya tukar ke Garuda Miles, belum tentu bisa buat terbang gratis bertiga pulang pergi begini. Dengan uang cash, bisa lebih fleksibel memilih maskapai yang hemat.

Sekitar dua minggu setelah aksi jual beli poin itu, saya kembali mendapat tawaran yang lebih menggiurkan darinya. “Piye Mbak, sisa poinmu aku beli lagi ya. Harganya aku naikkan…” Saya tertawa menanggapinya. “Poinku tinggal 130rb-an karena sudah dipake belanja di ACE Hardware,” jawab saya. “Ya nggak papa. Aku beli Rp 3.250.000 untuk 130rb poinmu…” Edyaann…! Tawarannya makin menggiurkan. Maka saya pun kian tergoda. Saya cek poin kartu kredit milik suami dan saya tawarkan untuk tambahan poin jika dia mau. Lumayan, ada 80rb poin yang kemudian dibelinya seharga 1.6jt.

Jadi, total jendral, saya sudah menghasilkan uang cash sebesar Rp 8.450.000 dari penjualan poin kartu kredit dari satu bank penerbit. Lebih dari cukup untuk menikmati liburan bersama keluarga. Buat beli tiket 3.1jt, menginap di 3 malam di Bali dan Nusa Lembongan 1.5jt, dan sisanya buat naik boat, snorkling, belanja, makan, dll. Bakal jadi liburan akhir tahun yang mewah dan gratis.

Terima kasih, kawan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s