Belajar Snorkeling

Jpeg
Belajar snorkeling

Beberapa bulan ini Bindi sedang demen berenang. Ia juga memilih ekskul swimming di sekolahnya. “Aku nggak mau ikut drawing club lagi, Bu. Aku kan udah sering nggambar sendiri di rumah,” katanya. Dan ketika di sekolah diadakan pameran ekskul pada awal semester, ia memilih kegiatan swimming club.

Ekskul swimming diadakan tiap Jumat sore di kolam renang kampus UNY. Bindi begitu bersemangat menyambut hari Jumat, nggak pernah sekalipun ia membolos berenang. Kadang-kadang hari berikutnya saat weekend, ia minta nambah berenang lagi bareng Emak dan Bapaknya.

Sebagai orang tua yang berusaha mendukung kegiatan positif yang sedang digandrungi anak wedoknya, maka kami pun merencanakan liburan akhir tahun ini dengan kegiatan main air. Kami pengin mengajak Bindi mencicip wisata bahari di Nusa Penida, Bali. Kami sudah beberapa kali mengajak Bindi ke Bali, tapi belum pernah berwisata bahari. Bahkan kami juga belum pernah ke Nusa Penida. Maklum, saya sendiri pada dasarnya nggak suka ciblon main air. Tapi demi anak, harus bisa berkompromi kan?

“Bindi pengin ketemu sama Nemo nggak? Berenang bareng ikan Dori dan Nemo di laut? Laut beneran ya, bukan di film…,” kata saya suatu hari setelah sepakat dengan Bapaknya untuk berlibut ke Bali.

Matanya langsung membelalak takjub. “Berenang sama Nemo?” Ia mengulang kata-kata Emaknya. “Sure, swimming in the sea..” tegas saya membuatnya makin girang dan penasaran. Lalu saya mengajaknya melihat beberapa tayangan snorkeling di Nusa Penida lewat YouTube. “Aku mau, Buk…aku mauu…!” serunya setelah menonton YouTube dan beberapa foto dari hasil googling.

Karena anak wedok sudah mau diajak berlibur ke Nusa Penida, persiapan pun segera dimulai. Sebulan sebelum hari H tiba, selain memberesi reservasi hotel dan tiket pesawat, kami sibuk membongkar perlengkapan snorkeling yang sudah bertahun-tahun nganggur. Ada satu set alat snorkeling yang sudah berdebu karena teronggok di gudang. Begitu pula dua pasang sepatu fin kami. Untunglah begitu direndam pake sabun cuci bisa bersih dan dipake lagi. Nggak perlu membeli yang baru. Cukup membeli satu set snorkel ukuran anak-anak buat Bindi.

Mengapa harus beliin buat Bindi? Kan bisa menyewa di Bali? Memang sih, bisa sewa dan lebih hemat. Tapi kami ingin mengajak Bindi belajar snorkeling duluan sebelum nyemplung ke laut. Setidaknya mengenalkan peralatan snorkel dan cara menggunakannya di air. Saya kawatir dia nggak suka dengan segala peralatan yang nangkring di mukanya. Lha wong disuruh pake swimming cap saat berenang aja dia nggak mau, lho.

Untunglah hari pertama berlatih menggunakan snorkel berlangsung sukses. Bindi sudah bisa bernafas dengan mulut lewat selang. Ia juga kegirangan menggunakan kacamata google yang membuatnya bisa melihat dasar kolam dengan lebih jelas.

Masih ada waktu 3 minggu lagi untuk berlatih dan membiasakan menggunakan alat snorkel sebelum ketemu Nemo…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s