horse riding

naek kuda @bandungan, ambarawa

Kuda adalah salah satu binatang yang cukup diakrabi Bindi. Kebetulan tak jauh dari rumah kami ada pangkalan andong (delman), sehingga hampir tiap hari Bindi melihat kuda. Kadang-kadang kami juga mengajaknya berandong ria, sambil menyanyikan lagu “naik delman istimewa kududuk di muka…”

Selain mengakrabi andong-andong yang mangkal di dekat rumah, Bindi juga pernah beberapa kali kami ajak main ke kandang kuda milik keluarga pengusaha Mirota Batik. Kandang kudanya terletak di bagian belakang rumah makan House of Raminten di bilangan Kotabaru. Kudanya banyak, kalo nggak salah lebih dari empat ekor. Sudah begitu gede-gede pula.


Pernah pada hari minggu siang, saat kami lunch di sana, ngepasin saat membersihkan kuda-kuda tersebut. Kuda-kuda itu dikeluarkan dari kandangnya untuk dimandikan, disisir ekornya, juga diganti tapal sepatunya. Bindi kegirangan banget menyaksikan pemandangan langka itu. Apalagi kuda-kudanya cukup lulut alias jinak, nggak marah saat Bindi mengusap kepalanya.

Setelah mengakrabi kuda, akhirnya Bindi punya kesempatan naik kuda saat berlibur ke Bandungan, Ambarawa. Memang sih, kudanya nggak segagah kuda andong dan kuda koleksi keluarga Mirota Batik di Jogja. Kuda di kawasan wisata Bandungan umumnya berukuran kecil. Tingginya kira-kira hanya satu setengah meter, bahkan umumnya kurang dari segitu. Tapi justru karena ukurannya yang kecil itu, kuda ini jadi kids friendly. Anak-anak nggak takut untuk naik. Lagipula, kita tidak perlu memacu kuda sendiri, karena pemiliknya akan menuntun kuda tersebut.

Bindi juga nggak takut ketika kami menaikkannya ke punggung kuda. Meskipun awalnya agak tegang, tapi begitu kudanya jalan, Bindi mulai menikmati.

Tarif sewa kuda di Bandungan pada hari biasa sekitar Rp 15.000-20.000 untuk keliling kawasan wisata selama 15-20 menit. Rutenya boleh pilih, mau keliling taman atau melewati pasar Bandungan yang banyak menjual buah dan hasil bumi itu. “Kalu nyewa perjam bisa lebih murah, sekitar Rp 60.000,” kata penjual minuman botol yang mangkal bersisian dengan pangkalan kuda. Tapi karena kawatir Bindi bosen di atas kuda jika kelamaan naik, mendingan yang short time aja. Toh sekedar untuk mengenalkan Bindi naik kuda. Juga supaya Bindi bisa mendengar dengan jelas bunyi sepatu kuda seperti yang sering kami nyanyikan bersama “tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda…!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s