roadtrip: mudik bersama si kecil

ngedot nikmat di car seat

Meskipun kami bukan mudiker karena saya dan Edo sama-sama orang Jogja yang betah banget menetap di Jogja, tapi setiap lebaran H+3 kami juga melakukan perjalanan ke luar kota untuk menghadiri acara pertemuan keluarga besar ayah saya. Nggak jauh-jauh banget sih, hanya seputaran Jawa Tengah. Ke Semarang, Ambarawa, Salatiga, atau pulang kampung ke desa kelahiran ayah di Purwodadi Grobogan. Jarak tempuh dari Jogja paling jauh sekitar 150 km.

Dalam kondisi normal, jarak sejauh itu paling lama kami tempuh dalam waktu 4 jam perjalanan. Tapi pada hari raya, di mana jalur Jogja – Semarang termasuk jalur padat mudiker, kami bisa menempuhnya hingga 7 jam! Tahun lalu, saat acara pertemuan keluarga di Salatiga, waktu tempuh Jogja – Salatiga yang biasanya sekitar 2 jam menjadi 5 jam perjalan. Padahal, kami sudah memilih jalur alternatif, lewat Jatinom Klaten yang langsung nembus ke Boyolali kemudian ke Salatiga.


Sebelum punya momongan, biasanya kami gantian nyopir biar capeknya merata.Tapi sejak ada Baby Bindi, bisa dipastikan Edo menjadi driver utama dalam setiap perjalanan kami. Sementara saya kebagian menjaga Bindi. Biar Bindi safe dan bapaknya nyaman nyopir, saya dan Bindi duduk di jok belakang sopir, bukan di depan. Soalnya kalo duduk di depan, tangan Bindi pasti usil, penginnya ikutan megang kopling. Sudah begitu, saya mau tak mau juga ikutan merhatiin jalan yang macem juga jadi cerewet negor Edo kalo dia meleng nyopirnya. Dengan kata lain, duduk di depan bikin perhatian saya terpecah, ngeliat jalan dan ngawasin Baby Bindi.

Sementara duduk di jok belakang jauh lebih nyaman. Jok-nya juga lebih luas sehingga Bindi bisa leluasa bermain atau tidur-tiduran. Saya juga nggak perlu cerewet melihat keruwetan lalu lintas mudik. Sopirnya jadi lebih tenang karena nggak dicerewetin. Hehehe…!

Mengingat roadtrip pada hari raya ini membutuhkan stamina dan konsentrasi yang lebih dibanding saat hari biasa, jauh hari sebelum roadtrip saya menyiapkan beberapa hal, antara lain:

  • Rajin minum vitamin C biar lebih fit. Seseru apapun sebuah perjalanan atau bahkan sekeren apapun pemandangan di jalan, nggak bakalan asyik dinikmati jika badan kita nggak fit. Makanya, kesehatan merupakan prioritas utama yang perlu disiapkan. Stamina si kecil perlu dijaga juga loh, biar bisa menikmati perjalanan dengan riang gembira dan nggak bikin bapak dan emaknya bete karena rewel.
  • Servis kendaraan setidaknya 2 minggu sebelum roadtrip. Selain kesehatan tubuh, kesehatan kendaraan juga merupakan prioritas utama.Servis standar, ganti olie, isi freon, cek roda, dll.
  • Itinerary. Meskipun sudah punya tujuan pasti ke kota tertentu, tapi buat saya perjalanan ini tak ubahnya sebuah rekreasi. Sebisa mungkin, selain mengikuti agenda utama pertemuan keluarga, juga sekalian menikmati destinasi wisata yang ada sepanjang jalan yang kami lewati atau yang ada di sekitar kota tersebut.
  • Baby gear. Alat tempur andalan saya kalo lagi ngajakin Baby Bindi traveling adalah ransel gendongan bayi. Ransel ini nggak cuma bikin saya mudah menggendong Bindi jika kamu harus jalan-jalan blusukan alias outdoor, tapi juga bikin Bindi merasa nyaman. Kadang malah sampe ketiduran di ransel jika kecapean plesiran.
  • Baby toys biar nggak jenuh selama di perjalanan. Saya membiasakan Bindi membawa mainan berupa buku yang penuh gambar warna-warni. Dia sangat suka didongengin sambil memperhatikan gambar-gambar yang ada di dalamnya. Selain bisa dilihat gambarnya, saya memilih buku yang bisa dibikin mainan seperti buku cerita Thomas si kereta api yang dilengkapi roda. Kalo bosen melihat gambarnya, buku itu bisa dijadikan kereta-kereta apian.
  • Sleeping beuaty alias perlengkapan tidur. Dua pasang bantal dan guling bisa dibilang bawaan wajib kami jika roadtrip. Meskipun di tempat tujuan (hotel/ruamh kerabat) nanti sudah tersedia bantal guling, tapi rasanya lebih nyaman jika kami juga bawa bantal guling. Apalagi sehari-hari Bindi demen tidur dengan dikeliling banyak bantal. Selain itu dengan membawa bantal sendiri, Bindi jadi merasa lebih ‘homy’ meski sedang menginap di tempat jauh.

Nah, roadtrip lebaran kali ini kami akan menginap di Bandungan, Ambarawa. Di kepala saya sudah berjejal rute wisata heritage yang bakal dinikmati Bindi: ke museum kereta Ambarawa, naik kereta jadul atau lori yang pasti akan membuatnya kegirangan, menikmati keindahan gunung Telomoyo dan Rawa Pening, juga menjelajah kompleks Candi Gedong Songo yang berada di dataran tinggi. Kami juga sudah berencana lewat Salatiga, bisa mampir ke Kopeng, pengin memetik buah strawberry langsung dari kebunnya. Seruu…! Nggak sabar pengin segera H+3 lebaran!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s